Rancangan UU Tentang Organisasi Kemasyarakatan

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) – Dr. S. H. (SHS) pada hari Kamis tanggal, 13 September 2012 menerima tim Panitia Kerja (Panja) RUU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) DPR RI.

Gubernur dan Kapolda Sulut

Kedatangan Tim Panja RUU Ormas tersebut dipimpin langsung Abdul Malik Haramain, M.Si. Kedatangan mereka untuk mengkaji dinamika ormas yang berkembang di , melakukan uji publik terhadap RUU Ormas, dan mengkaji pola penerapan hukum terhadap Ormas yang melakukan pelanggaran.

Berdasarkan data dari pihak Badan Kesbangpol Sulut selaku instansi yang menangani Ormas dan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, untuk Sulut sendiri belum pernah ada pemberian sanksi hukum kepada suatu Ormas.

Sanksi pidana untuk organisasinya belum pernah ada, kalau personafikasinya yang diberi sanksi memang sudah ada. Demikian Kapolda Sulut – Brigjen Pol. Drs. Decky D. Atotoy yang bersama-sama dengan Gubernur Sulut dalam pertemuan tersebut.

Gubernur Sulut – Sarundajang dalam penjelasan untuk masukan terhadap RUU Ormas dengan tegas mengatakan bahwa hal utama yang harus dikaji kembali dalam draft RUU tersebut, yakni penjelasana pada Pasal 8 terkait jumlah personil yang mendirikan suatu Ormas. Dalam pasal 8 tersebut dikatakan bahwa Ormas sekurang-kurangnya didirikan oleh 3 warga negara Indonesia. Jadi kalau dalam suatu keluarga berjumlah lebih dari 3 bersaudara dengan mudahnya dapat mendirikan sebuah organisasi kemasyarakatan.

Bisa dibayangkan jumlah Ormas yang akan bertambah setiap tahun karena kemudahan ini, ujar Sarundajang sembari memberikan penekanan soal asas Pancasila yang wajib menjadi asas setiap Ormas di Indonensia.

Hal lain yang menjadi bahan masukan Gubernur Sarundajang untuk perampungan RUU Ormas, yakni menyangkut larangan dan sanksi bagi sebuah Ormas yang praktek organisasinya membahayakan kepentingan nasional. Dengan tegas Sarundajang mengatakan bahwa  untuk Ormas-ormas yang melakukan pelanggaran harus dikenakan sanksi bertahap mulai dari sanksi administratif sampai pembubaran Ormas.

Selain itu, sanksi bagi Ormas asing yang mengganggu kepentingan nasional juga perlu diatur. Sebaiknya negara tegas dalam menyikapi Ormas asing yang membahayakan kepentingan nasional dengan cara mencabut izin dan melarang beroperasi di Indonesia.

Tim Panja RUU Ormas, terdiri dari Dr. Deding Ishak; Drs. Umar Arsal; Paula Sinjal, SH; Muslim SH; Drs. Eddy Sadeli SH; Dewi Asmara, MH; Dra. Eddy Mihati, M.Si; Indra, SH; Achmad Rubaie MH; Dr. Sumarjati Arjoso; dan beberapa pendamping yang berasal dari unsur eksekutif. Mereka mengaku puas dengan pertemuan tersebut. Tujuan utama yang mendasari kedatangan tim ke Sulut sudah terjawab semuanya.

RUU Ormas merupakan inisiatif hak usul DPR RI atas perubahan Undang-Undang Nomor. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Panja RUU Ormas dalam memutuskan perubahan atas undang-undang tersebut perlu adanya masukan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, LSM, dan para pakar dari perguruan tinggi. Selain itu, perlunya undang-undang yang mengatur tentang pelanggaran hukum atas organisasi yang meresahkan masyarakat, jelas Ketua Tim Panja RUU Ormas – Abdul Haramain. (Sumber : Berita Manado.Com),-

One response to “Rancangan UU Tentang Organisasi Kemasyarakatan

  1. Mantap… Sangat kritis Gubernur Sulawesi Utara – SHS. Salut untuk Pak Gub.

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s